PUISI: Kelam bukan Berarti Tanpa Harapan (World AIDS Day)

 Kelam bukan Berarti Tanpa Harapan

Meratap
Mengeluh tidak berguna
Makhluk kecil itu menggerogoti
Memangsa metabolisme
Kepedihan di rentang usia

 Bintang berkerlap-kerlip kelam
Euphoria sesaat dekap kaum-kaum hina
Fatamorgana surga melingkupi sukma
Berkawan semburan birahi yang menyeruak liar bak binatang.

Tak mengenal norma
Irama bertalu tak tahu malu
Berputar-putar ronde dipermaikan dalam sunyi kelam
Entah apa. tawa berubah jadi nyawa

Sesal menyelimuti setiap detakan waktu
Benda kecil, sedang, besar menempeli tubuh
Sinar mata meredup hilang dengan tak nyaman
Ketakutan dalam sel
Virus itu seolah bertamasya dalam vena

Sekelebat mata orang tak sadar
Telinga mereka mendengung
Lalu lari dari hadapan
Mata merendahkan dan pengasihan
Entahlah...kelam semuanya hanya kelam

Pedih
Tubuh gemetar berkeringat
Tapi meski kelam bukan berarti tanpa haraoan
Meski semuanya hilang ditelan senja
Selama langit masih biru, harapan masihlah lahir baru

Memang sendirian, kelam mengendalikan darah
Mereka memakan inang, mala tak kunjung sirna
Lemah tak berdaya, tapi semuanya terang tak kelam
Meski kelam, ada bulan
Karena bintang bersinar paling terang dalam gelap malam terdalam


Yogyakarta, 01 Desember 2021

#CegahAIDSAkhiriHIV
#HindariPenyakitnyaBukanOrangnya
#StopStigma/DeskriminasiODHA
#WORLDAIDSDAY





mengucapkannya

Komentar

Postingan Populer