ESAI: Kesehatan Mental Remaja 'Lebarkan Sayapmu, Peluk Sekitarmu'

 

Lebarkan Sayapmu, Peluk Sekitarmu

(Menjaga Kesehatan Mental Remaja Di Masa Pandemi)

Kesehatan mental merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan ditengah masyarakat, hal ini menyebabkan banyak orang khususnya pelajar yang merupakan fase yang paling rentan mengalami tekanan yang dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mental dari tahap ringan seperti stress hingga depresi yang pada akhirnya merujuk pada selfharm. Kesehatan mental  dapat mempengaruhi motivasi belajar bahkan tak jarang akan menyeret pada perilaku negatif lainnya seperti penyalahgunaan alkohol dan zat adiktif lain, pergaulan bebas atau seksualitas yang dapat berimbas pada kehidupan sosial maupun sekolah dari pelajar itu sendiri. Sayangnya, karena pembahasan terhadap kesehatan mental terbatas banyak yang berlarut dalam kondisi mental yang rentan, ditambah lagi tidak ada kebijakan dari sekolah maupun pihak  terkait  yang khusus untuk menangani hal tersebut.

Banyak peserta didik atau pelajar yang mengalami gangguan  kesehatan mental baik dari tekanan-tekanan yang berasal dari lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat sekitarnya dan ini semakin bertambah karena masa pandemic(karantina), namun tidak ada penangan lebih lanjut tentang hal tersebut. Dimasa pandemi seperti ini diperlukan edukasi tentang kesehatan mental kepada remaja karena tekanan akibat karantina dan belajar daring sangat kuat dan membuat mental remaja rentan stress.

Pendidikan karakter yang dilakukan oleh pihak sekolah bertujuan untuk membentuk karakter atau kepribadian yang baik diluar yakni bagian yang nampak di lingkungan sosial. Padahal ada bagian dalam dari pembentuk karakter itu sendiri yakni mental sang pelajar. Kesehatan mental biasanya di tangani oleh guru BK, namun kenyataanya hal tersebut kurang efisien karena banyak pelajar yang terlampau takut atauu malu untuk mengungkapkan masalahnya sehingga menimbulkan tekanan yang lebih berat lagi yang dapat berujung pada depresi dan juga selfharm atau gangguan kesehatan mental berat lainnya. Diperlukan perhatian lebih tidak hanya dari pihak sekolah maupun guru BK dalam memberi mata pelajaran bimbingan konseling, namun juga memerlukanperhatian dari pihak lain yang terkait.

Kesehatan mental dapat memancing perilaku menyimpang. Misalnya remaja yang memang memang mengalami tekanan mental karena masalah yang ada dalam keluarganya, di tambah dengan beban pelajaran di sekolah dan dirinya tidak memiliki jawaban atau solusi dari masalah yang dia hadapi, maka hal tersebut akan membimbingnya kearah pergaulan bebas, dan penyalahgunaan obat-obatan. Seharusnya triad KRR yang betujuan untuk me-nolkan NAPZA, seksualitas, dan HIV/AIDS tidak hanya berfokus pada larangan kepada remaja untuk melakukan tindakan tersebut namun juga membantu menyelesaikan masalah remaja  sehingga dia tidak akan melakukannya, sehingga edukasi yang dilakukan tidak hanya menjadi materi belaka namun juga membantu remaja untuk keluar dari masalah dan menghindari perbuatan menyimpang.

Selama masa pandemi ini orang-orang khususnya remaja rentan mengalami masalah kesehatan mental didorong oleh rasa takut terhadap wabah, rasa terasing, kesedihan dan juga kesepian ditambah dengan beban belajar daring dari sekolah. Program Generasi Berencana (GenRe) adalah memfasilitasi remaja agar belajar memahami dan mempraktekan perilaku hidup sehat  dan berakhlak untuk mencapai ketahanan remaja. Saat ini kemajuan teknologi dan dunia digital sudah menjadi “kawan akrab” bagi remaja. Generasi muda memiliki keterikatan yang kuat dengan penggunaan teknologi, lebih lagi semasa pandemi, mulai dari berintraksi sesama teman hingga belajar semuanya melalui daring.

Maka dari itu BKKBN perlu memberikan informasi dan edukasi kepada remaja agar dapat menjadi remaja yang berprestasi dan berkualitas meski di tengah pandemi, memanfaatkan media online sebagai perantara memantau kesehatan mental remaja. Sejatinya masalah-masalah seperti, putus sekolah, masalah seksualitas, penyalahgunaan NAPZA, dan pergaulan bebas dapat berdasar karena adanya gangguan kesehatan mental pada remaja. Sehingga untuk mencegah hal tersebut maka diperlukan edukasi untuk menjaga kesehatan mental remaja.

Dengan memanfaatkan media daring forum GenRe dapat menjangkau lebih banyak orang dan memberikan edukasi kepada orang banyak, misalnya dengan melakukan siaran langsung di platform media sosial, membagikan komik strip, cerita pendek, puisi, ataupun prosa yang dapat mengedukasi sekaligus memberi hiburan pada remaja.

Memiliki kesehatan mental yang baik adalah satu faktor yang memberikan kebahagiaan kepada seseorang, jiwa yang bahagia akan memunculkan sifat yang baik dan pemikiran terbuka. Apabila kesehatan mental tidak dijaga maka akan memengaruhi kestabilan emosi.

Forum GenRe sebagai wadah edukasi dari remaja, oleh remaja, dan untuk remaja menjadi pilihan yang bijak karena remaja cenderung lebih mudah dekat kepada teman sebaya dan pemikirannya lebih terbuka terhadap sesama teman, dengan demikian juga remaja tidak akan canggung dalam mengutarakan masalah yang tengah dia hadapi.

Program lebarkan sayapmu, peluk sekitarmu bermaksud agar remaja lebih sensitif terhadap permasalah teman sebaya di sekitarnya yang berkaitan dengan kesehatan mental maupun tidak yang masalah tersebut dapat mendorong orang tersebut pada penyimpangan sosial yang dapat mempengaruhi masa depannya ataupun orang-orang disekitarnya. Lebih lagi ketika pandemi seoperti ini ketika tekanan dari berbagai pihak menerjang mental remaja, adanya forum diskusi ataupun hanya sekedar berkeluh kesah dengan adanya solusi yang relevan diperlukan remaja di saat seperti ini.

Menjaga kesehatan mental remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab pribadi diri remaja itu sendiri tapi juga dapat menjadi fokus dari berbagai pihak dikarenakan perilaku seseorang ditentukan atau bersumber dari kesehatan mentalnya, mental yang sehat akan melahirkan remaja yang hebat, selama pandemi ini GenRe dapat memberikan peran dan aksi yang nyata dengan cara memberikan edukasi kesehatan mental remaja lewat jejaring sosial dalam berbagai bentuk edukasi menyenangkan bisa dalam bentuk komik, cerpen atau bahkan puisi untuk memperluas cakrawala pemikiran remaja.

 

Komentar

Postingan Populer