CERMIN (Cerita Mini): Abu-abu Sendu
Warna awan yang sendu, mobil-mobil saling berbalapan dan payung-payung menggeliat memenuhi jalan. Hujan rintik-rintik di luar ruangan sedangkan aku terbaring sendu di atas ranjang busuk. Aku bercermin pada embun di jendela berdebu, merasakan kakiku mulai basah karena genangan air keruh yang terus menetes dari lubang atap. Membasuh tangan dan kakiku di sana. Kekasihku menatap sayu ke arahku.
"Maaf...," aku melangkah mendekatinya kemudian aku dekap dia agar tidak merasa dingin. Terjebak dalam kotak 6 meter persegi dengan dinding lembap berlumut. Senyum kekasihku masih sama manisnya, hanya saja gelak tawanya sudah redup. "Jangan mengganggu," aku menyapu lalat-lalat yang sedari tadi mengerubuti kami.
Komentar
Posting Komentar