ESAI: Webtoon Indonesia: Penguatan Industri Kreatif di Pasar Global Melalui Lokalisasi yang Kompetitif

 Seni digital telah menjadi bagian penting dari pertumbuhan bagi orang-orang yang lahir dalam beberapa dekade  terakhir. Bahkan di Indonesia sendiri pengguna Webtoon memiliki 6 juta penggunaan aktif dari 35 pengguna aktif di seluruh dunia. LINE Webtoon yang rilis pada 2015 ini menjadi salah satu penyedia komik digital terbesar di dunia menjadikannya wadah yang memberikan kemudahan dan aksebilitas bagi para pembaca serta kesempatan bagi kreator-kreator komik digital. Indonesia merupakan pengguna Webtoon terbanyak di dunia sehingga menjadi pasar yang cocok untuk mengembangkan platform tersebut dan merupakan jalan untuk memasuki industri kreatif pasar global memperkuat kedudukan Indonesia dalam mengembangkan ekonomi kreatif.

          Mayoritas pembaca Webtoon adalah praremaja, remaja dan dewasa muda. Dengan 75% pembacanya berada di kisaran usia 20 tahun atau diatasnya (AFP, 2015). Hal ini didasarkan sebagaimana pendapat Michael bahwa komik digital memiliki banyak kelebihan dibandingkan komik cetak karena lebih murah tahan lama dan bersifat interaktif serta lebih dinamis dan setiap syariat akan berubah tampilan dan mudah diakses.

Banyak orang berpendapat bahwa menghabiskan banyak waktu di depan PC atau handphone untuk membaca komik digital bukanlah hobi yang baik untuk anak-anak karena dinilai dapat menyebabkan masalah kesehatan, kepribadian, motivasi dan terutama kekerasan serta agresi. Bahkan membaca komik dengan genre action dinilai sebagai promosi terhadap perilaku kekerasan. Namun di sisi lain bisnis komik digital merupakan industri yang menguntungkan hal ini mendorong kreativitas dan juga menarik ide-ide tahap awal sehingga industri dapat memusatkan sumber daya pada usaha yang lebih mungkin untuk membuahkan hasil terlebih dahulu.

Perluasan industri komik digital menunjukkan bahwa perantara budaya melekatkan konten dan menumbuhkan audiens melalui proses inovasi kolektif. Kateristik dari kegiatan ini menawarkan pemahaman baru tentang dinamika dan potensi dampak dari industri komik digital yang dinamis dan berubah-ubah dengan sangat cepat hanya dengan intervensi kebijakan terbatas. Namun, dengan persaingan ketat para kreator komik digital maka kita perlu untuk mengilustrasikan secara tepat dan cermat  bagaimana kreator komik digital Indonesia menembus platform pasar global dan bersaing di domain yang didominasi oleh kreator asal Korea Selatan.

Dewasa ini LINE Webtoon telah berkembang menjadi representasi dari perkembangan teknologi yang telah bertransformasi menjadi sebuah industri dengan minat pasar cukup tinggi khususnya di pasal global mengingat penikmat dari LINE Webtoon tidak hanya masyarakat Indonesia tetapi negara lain seperti market  Amerika, Jepang, Thailand dan lain-lain. Bahkan agar Webtoon dapat menjadi bagian dari produk lokal sebuah negara dan Webtoon mengadakan program seperti Webtoon challenge dan juga Webtoon contest (Bhaskara, 2019). Hal ini semakin membuka peluang besar bagi pertumbuhan indistri kreatid komik digital Indonesia di pasar dunia melihat banyak konten kreator Indonesia yang berkualita sdibuktikan dengan beberapa komik tersebut telah diadaptasi menjadi film. Salah satunya ialah karya Webtoonist Indonesia yang berjudul “Terlalu Tampan” milik Muhammad Ahmes Avisiena Helvin dan Savenia Melinda (Rosalia, 2019).

Dengan perkembangan Webtoonist yang terus tumbuh secara positif dari tahun ke tahun maka tidak akan menutup kemungkinan bahwa kita bisa menjadi soft power dalam mempengaruhi industri kreatif di Asia. Peningkatan kompetisi secara lokal sangat diperlukan dengan menyaring talenta muda. Lokalisasi akan menghasilkan komunitas audiens transnasional dan transkultural dengan skala yang berbeda di berbagai tempat penerimaan yang berbeda pula mulai dari mereka yang hanya penasaran hingga menjadi klub penggemar konvensional atau komunitas penggemar untuk menerjemahkan komik-komik Indonesia yang kemudian didistribusikan melalui Webtoon. Karenanya diperlukan sensor dan juga sirkuit negara yang dapat membawa keuntungan bagi para kreator.

Dalam hal ekonomi politik Indonesia komik digital dapat menjadi wahana kolaborasi transnasional ataupun transkultural untuk menjadi produksi bersama dan merupakan bentuk perluasan pasar serta instrumen persaingan dalam diplomasi soft power hal ini guna menghasilkan sentimen positif terhadap negara pengekspor di antara khalayak sasaran. Standarisasi pencapaian negara Indonesia dalam mendistribusikan komik digital ialah adanya pengaruh positif yang diberikan kepada khalayak pembaca walaupun pada dasarnya pengaruh positif tersebut dibatasi oleh sifat terfragmentasi dari khalayak yang merespon dengan reaksi dari mobilisasi lokal terhadap inovasi kolektif sebagai bentuk pertahanan budaya nasional yang berada diantara non konsumen juga mendorong produksi bersama yang memungkinkan pembentukan isi program yang diproduksi bersama (kolaborasi).

Komedigital dapat diartikan sebagai kekayaan intelektual oleh karenanya Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan komunal yang beragam dan juga hak kalian personal yang kian hari yang bervariasi menunjukkan adanya perubahan signifikan terhadap penggunaan teknologi. Pemerintah dapat merekonstruksi pembaruan hukum goya intelektual dengan membentuk tempat yang dapat mengakomodasi pengembangan kekayaan intelektual secara integritas sebagai upaya untuk meminimalisir adanya pelanggaran kekayaan intelektual. Sebagai upaya perlindungan terhadap kreator Webtoon juga dapat dibentuk kode etik yang mengatur batasan kemiripan ciptaan komik digital dan juga dapat mengendalikan ekosistem komik digital sehingga tercipta lingkungan kerjasama dalam pengembangan komoditas yang kondusif serta memiliki penjagaan dan juga jaminan. Lembaga ini dapat berasal dari Kemenkumham dalam hal ini dapat diintensifkan melalui direktorat jenderal kekayaan intelektual dengan membuat sebuah lembaga yang dapat mengentaskan permasalahan pelanggaran hak cipta melalui jalan implementasi praktik serta dengan tanggap merespon perubahan-perubahan yang terjadi dalam industri kreatif.

Dengan demikian maka permasalahan perihal persaingan antar domain dan juga intervensi kebijakan dapat diselesaikan dengan adanya keberadaan lembaga yang menjamin dan mengatur industri kreatif. Keberadaan lembaga ini dapat menjadi titik solusi melalui paradigma erasosiatif dan merupakan sebagai tindak lanjut dari rekonstruksi hukum yang lebih ramah terhadap inovasi dan perkembangan industri kreatif berbasis teknologi yang mendorong kemajuan industri komik digital di Indonesia.



DAFTAR PUSTAKA

 

DESNINDYA, AR (2019). PERSEBARAN INDUSTRI KREATIF WEBTOON KOREA SELATAN DI INDONESIA TAHUN 2015-2018 (Disertasi Doktor, UPN Veteran Yogyakarta).

Lestari, AF, & Irwansyah, I. (2020). Line Webtoon sebagai Industri Komik Digital. SUMBER: Jurnal Ilmu Komunikasi , 6 (2), 134-148

Rasmana, RN (2022). DIPLOMASI KEBUDAYAAN KOREA SELATAN MELALUI MANHWA WEBTOON DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN KOMIK ONLINE DI INDONESIA (Disertasi Doktor, FISIP UNPAS)..

Subandi, ZE, & Sadono, TP (2018, September). Komodifikasi, spasialisasi, dan strukturasi dalam media baru di Indonesia (Ekonomi politik komunikasi Vincent Mosco pada Line Webtoon). Dalam Musyawarah Nasional Industri Kreatif .

Yang Jie, Lu Yiming, (2020), Webtoon Korea dan inovasi kolektif: memperluas industri kreatif Eropa melalui lokalisasi yang kompetitif, Innovation: The European Journal of Social Science Research. 33(4).


Komentar

Postingan Populer