Strategi Kampanye #BeatPlasticPollution Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023


Dalam aktivitas sehari-hari, manusia tidak bisa lepas dari penggunaan plastik, namun ketika penggunaan plastik semakin meningkat maka akan mencemari tanah dan laut sehingga menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kehidupan ekosistem dunia. Menurut laporan PBB, dunia menggunakan 5 miliar kantong plastik setiap tahun, dan 13 juta ton plastik terbuang percuma di lautan setiap tahun, setara dengan satu kantong plastik setiap menit. Jumlah plastik yang diproduksi dalam 10 tahun terakhir telah melampaui jumlah plastik yang diproduksi seratus tahun sebelumnya.[1]

            Penelitian yang dilakukan oleh Ellen McArthur Foundation pada tahun 2015 menemukan bahwa dunia telah menghasilkan 6,3 miliar ton sampah plastik, dimana 90% di antaranya tidak akan terurai dalam 500 tahun ke depan. Mikroplastik, atau potongan kecil plastik, telah ditemukan di tanah, air minum, minuman kemasan, dan udara yang kita hirup saat ini.[2]

            Di Indonesia, Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja 2014-2019 Susi Pudjiastuti mengatakan Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. Susi berkata, “Indonesia penyumbang sampah plastik terbesar kedua di lautan dunia, sampah plastik sangat berbahaya” . Di Indonesia jumlahnya mencapai 64 juta ton/tahun, dimana tidak kurang dari 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang di atas laut .[3]

            Kondisi sampah plastik yang memprihatinkan menyebabkan PBB mendikte berbagai pihak untuk beraksi. PBB telah meminta pemerintah menerapkan kebijakan restriktif produksi plastik sekali pakai. Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah salah satu hari perlindungan lingkungan yang paling terkenal.[4] Ia tampil sebagai platform global untuk menginspirasi perubahan positif untuk segala lapisan masyarakat.

Trucost mengungkapkan bahwa plastik menyebabkan kerusakan lingkungan senilai $75 miliar serta masalah kesehatan bagi hewan dan manusia. Sampah plastik dibuang ke laut Laporan biota laut dan burung mati karena mengkonsumsi sampah plastik dan ikan dengan sampah plastik di perutnya, termasuk ikan laut yang biasa digunakan untuk makanan manusia dan jika dikonsumsi dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan mulai dari gangguan endokrin hingga kanker.[5] Lingkungan sebagai tempat hidup jika rusak tidak hanya akan memengaruhi kehidupan manusia namun juga hewan dan tumbuhan.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah sarana utama Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mempromosikan kesadaran dan tindakan lingkungan di seluruh dunia.[6] Ini telah menjadi forum penting untuk mempromosikan dimensi lingkungan dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selain itu, dirayakan oleh jutaan orang di lebih dari 100 negara. Sering juga disebut "Hari Rakyat" untuk menunjukkan kepedulian dan dukungan mereka terhadap bumi dan lingkungan. 

Tema-tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang lalu adalah cuplikan dari masalah lingkungan saat itu. Pada tahun 1977 misalnya saat itu tema berfokus pada penipisan lapisan ozon,[7] dan pada tahun 1983 pada hujan asam.[8] Sementara beberapa dari ancaman itu telah diatasi, yang lain tetap ada. Kemudian, Hari Lingkungan Hidup Sedunia menyoroti perubahan iklim pada tahun 1989.[9]

Kampanye Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 akan menggunakan tagar dan slogan #BeatPlasticPollution.[10] Memang benar selama 50 tahun ini, dunia telah membuat langkah besar dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati dan perubahan iklim. Para stakeholder juga telah mencapai banyak integrasi keberlanjutan ke dalam wacana publik, pribadi, dan sosial. Tapi jalan masih panjang, peristiwa seperti kebakaran hutan raksasa di Amazon,[11] kebakaran liar di Brazil, Amerika Serikat dan Australia,[12] akibat wabah belalang di Afrika Timur,[13] menunjukkan saling ketergantungan manusia dan lingkungan. Oleh karenanya, problem lingkungan hidup juga terus bermunculan seiring dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan manusia sehingga tema "Beat Plastic Polution” diharapkan dapat mendorong kesadaran bahwa kita hanya memiliki satu planet layak huni saat ini.

Setiap tahun, Hari Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan oleh negara berbeda tempat perayaan resmi berlangsung. Setelah Nairobi di Kenya pada 2021, Abidjan, ibu kota ekonomi Pantai Gading, akan menjadi tuan rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke-50 pada 5 Juni 2023.[14] Acara yang berfokus pada polusi plastik ini akan berupaya menemukan solusi berkelanjutan untuk fenomena ini, yang mempengaruhi kesehatan manusia dan ekosistem laut di beberapa negara, khususnya di Afrika.

Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), 400 juta ton plastik diproduksi setiap tahun di dunia, hanya 10% di antaranya yang didaur ulang, sementara 23 juta ton berakhir di saluran air.[15] Pemberitaan mengenai seekor paus yang terperangkap di sebuah kanal di Thailand adalah salah satu contoh polusi di lautan. Meskipun berhasil dibebaskan dan mendapat perawatan oleh para dokter hewan dan volunter, paus tersebut akhirnya mati setelah memuntahkan lima kantung plastik. Ketika dilakukan autopsi, ditemukan sekitar 80 kantung plastik lain seberat 8 kg di perut Paus tersebut.[16]  Dalam konteks inilah industri, pemerintah, dan masyarakat sipil akan bertemu di Abidjan, Pantai Gading pada 5 Juni 2023 untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Tema pertemuan global peringatan 50 Tahun  ini adalah “Solusi Berkelanjutan Untuk Polusi Plastik”. Jean-Luc Assi, Menteri Perindustrian Pantai Gading berkata:

“Sebagai negara tuan rumah, kami mengundang pemerintah, perusahaan swasta, dan masyarakat sipil untuk bersama-sama mengatasi polusi plastik, yang merupakan ancaman nyata dengan dampak negatif yang signifikan pada setiap komunitas di dunia,”[17]

Sementara negara Afrika Barat telah melarang penggunaan kantong plastik sejak 2014, konferensi 5 Juni 2023 akan memungkinkan otoritas Pantai Gading menjalin kemitraan dengan pemain internasional lainnya seperti Kerajaan Belanda, yang akan menjadi tamu kehormatan di edisi ini. untuk menyajikan inovasi teknologinya dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Vivianne Heijnen, Menteri Lingkungan Hidup Belanda berkata:

“Bersama masyarakat Eropa secara keseluruhan, kami berkomitmen penuh untuk mengurangi produksi dan konsumsi plastik sekali pakai, yang dapat dan harus diganti dengan alternatif yang berkelanjutan,”[18] 

Pada saat yang sama, benua Afrika, yang terkena dampak pemanasan global, mengincar kesepakatan internasional di masa depan untuk mengakhiri polusi plastik pada tahun 2024. Inisiatif ini, disetujui oleh 175 negara di akhir Majelis Lingkungan Hidup PBB (UNEA) ) yang diadakan pada bulan Maret 2022 di Nairobi, Kenya, membahas secara khusus seluruh siklus hidup plastik, termasuk produksi, penggunaan, dan pembuangannya. Menurut UNEP, seluruh rantai pasokan plastik akan ditangani untuk mencapai teks yang kuat tentang polusi berbasis laut dan darat.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini datang dengan planet yang menghadapi tiga krisis perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah. Karena krisis tersebut semakin akut, pesan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi semakin mendesak. Iterasi tahun ini diharapkan menampilkan ratusan acara dan aksi di seluruh dunia, mulai dari reli kendaraan listrik di Kairo hingga cyclathon besar-besaran di Mumbai hingga penggerak limbah elektronik di Bucharest.

-       Analisis Undang-undang



[1] Qona’ah, S. (2019). Strategy Kampanye Gerakan # BijakBerplastik PT Danone Aqua Dalam Merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2018. Jurnal Komunikasi, 10(1), 48–55.

[2] Alexander Kusumapradja. (2018). melawan polusi plastik di hari lingkungan hidup sedunia. Diakses dalam http://www.cosmopolitan.co.id/articl e/read/6/2018/14189/melawan-polusi-plastikdi-hari-lingkungan-hidup-sedunia pada 08 Maret 2023.

[3] Puspita, (2018). Diakses dalam Indonesia penyumbang sampah plastik terbesarkedua didunia. 7, 2019, from https://megapolitan.kompas.com/read/2018/0 8/19/21151811/indonesia-penyumbangsampah-plastik-terbesar-kedua-di-dunia pada 08 Maret 2023.

[4] Juniman, dan Puput 2018). Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Setop Sampah Plastik. Diakses dalam https://www.cnnindonesia.com/gayahidup/20180605152254-282-303652/ pada 08 Maret 2023.

[5] Kusumapradja, alexander. (2018). melawan polusi plastik di hari lingkungan hidup sedunia.http://www.cosmopolitan.co.id/articl e/read/6/2018/14189/melawan-polusi-plastikdi-hari-lingkungan-hidup-sedunia 

[6] A. Rusdina, (2015). Membumikan etika lingkungan bagi upaya membudayakan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Jurnal Istek9(2).

[7] Irib Indonesia, Jaga Bumi Lindungi Lapisan Ozon, http://E:/PROTOKOL%20MONTREAL%20DAN%20RATIFIKASI/Jaga%20Bumi,%20Lindun gi%20Lapisan%20Ozon.html, hlm. 22

[8] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, (2022), Perjalanan 5 Dekade Pengelolaan Lingkungan Hidup Indonesi¸ Siaran Pers, diakses dalam http://ppid.menlhk.go.id/berita/siaran-pers/6584/perjalanan-5-dekade- pada 08 Maret 2023.

[9] Oza, Gunavant M. "INSONA Mengubah Thrust dan Nama menjadi International Society of Naturalists with Appendix Concerning Membership." Pelestarian Lingkungan 16, no. 3 (1989): 271-272.

[11] Grace El Dora, (2022), Hutan Hujan Amazon Kebakaran Terbesar dalam 15 Tahun, diakses dalam https://investor.id/international/304647/hutan-hujan-amazon-kebakaran-terbesar-dalam-15-tahun pada 08 Maret 2022

[12] Tim Betahita, (2022), Deforestasi Amazon Brasil Turun dari Level Tertinggi 15 Tahun, diakses dalam https://betahita.id/news/detail/8212/deforestasi-amazon-brasil-turun-dari-level-tertinggi-15-tahun.html?v=1670200411 pada 08 Maret 2023.

[13] David Njagi, (2020), Memahami yang terjadi di balik wabah belalang terburuk pada 2020¸ diakses dalam https://www.bbc.com/indonesia/majalah-54505284 pada 08 Maret 2023.

[15] UN Environment Programmer, https://www.unep.org/interactives/beat-plastic-pollution/ diakses pada 08 Maret 2023.

[16] Alexander Kusumapradja. (2018). melawan polusi plastik di hari lingkungan hidup sedunia. Diakses dalam http://www.cosmopolitan.co.id/articl e/read/6/2018/14189/melawan-polusi-plastikdi-hari-lingkungan-hidup-sedunia pada 08 Maret 2023.

[17] Burak Bir, (2022), World Environment Day being celebrated globally amid ‘green world’ pledges¸ diakses dalam https://www.aa.com.tr/en/environment/world-environment-day-being-celebrated-globally-amid-green-world-pledges/2606351 pada 08 Maret 2023.

[18] Ibid.

Komentar

Postingan Populer