Puisi: Nama yang Terukir

Dalam hening malam yang dingin, Ku kenang bayangmu yang hilang. Di setiap sudut kota ini, Ada jejakmu yang terukir dalam hati.

Aku berjalan di jalanan sepi, Mencari jejak langkahmu yang memudar. Kenangan kita, bagai bayangan, Menghantui setiap hembusan napas.

Air mata jatuh tanpa henti, Mengiringi rasa rindu yang membara. Kita pernah berjanji untuk bersama, Namun takdir memisahkan kita tanpa ampun.

Dalam keremangan, ku pandang langit, Mencari jawaban atas kehilangan ini. Setiap bintang yang redup, Menggambarkan hatiku yang hancur.

Aku tak mampu melupakan, Setiap senyum, setiap tawa yang kau bawa. Kehadiranmu, bagai mimpi indah, Yang kini hanya tinggal bayangan.

Di balik senyuman palsu ini, Ada luka yang tak pernah sembuh. Kau adalah bagian dari diriku, Yang tak bisa ku lepaskan, meski harus.

Aku terjebak dalam ingatan, Mengenang cinta yang tak pernah pudar. Dalam keputusasaan ini, 

Aku berharap kau kembali, walau hanya dalam mimpi. 

Terinspirasi dari kisah Chang Jia Han (Edward Chen) dan Wang Birdy (Tseng Jing Hua)

Komentar

Postingan Populer