Puisi: Kuturunkan Bambu Runcingku
Kuturunkan Bambu Runcingku
Karya: Magnolia Putih
Bambu runcingku jatuh tergeletak di atas tanah berganti diplomasi
Menyongsong bangsa yang berevolusi
Membedah jalan dengan obsesi menuju agresi
Lalu mulai saling melempar canda dengan heli
Jatuh tubuh tepekur dalam ambisi sampai mati
Kebangkitan 112 tahun yang lalu terus berlanjut
Bergulir seperti roda gerobak paman sayur yang kini menganggur
Kebangkitan dari keterjajahan seolah hanya epos lama
Kita perlu bangkit bukan dengan bambu runcing ataupun kata lebih pada aksi nyata
Codet yang membusuk dalam lembaga, iman yang kerdil berbumbu kepongahan jiwa
Estafet bambu runcing ku putus di sepertiga lintasan
Kegagalan nyaring berbunyi seperti petasan
Bangsa ini mederita leukemia
260 juta orang bernyanyi Indonesia raya, 5 juta anak tak berpendidikan menyedot ingus mereka, sedangkan 26 juta ibu-bapak mengais harapan yang hirap tersedot senja
Kita tak perlu diktat-diktat dari asing, kita bisa menyelami lumpur dan mencatat fenomena
Negara kita bisa berdiri sendiri kita tak perlu kruk atau sanggahan
Bambu runcingku tergeletak dipojok sejarah menjadi sampah organik bangsa
Kita perlu pembaharuan, jangan terus menerus membahas bulan dalam cawan
Apakah kebangkitan 112 tahun yang lalu itu nyata? Atau hanya dongeng belaka?
Komentar
Posting Komentar