LKTI: RANCANGAN PENELITIAN "Daun Ketapang Untuk Mengatasi Permasalahan Limbah Detergen Yang Menyebabkan Pencemaran Lingkungan"
RANCANGAN PENELITIAN (LPB KALTENG 2020)
Daun Ketapang Untuk Mengatasi Permasalahan Limbah Detergen Yang Menyebabkan Pencemaran Lingkungan
[Enika Maya Oktavia]
Guru Pembimbing: [Mrs. X, S .Pd]
[Madrasah Aliyah Negeri]-[Sampit, Kalimantan Tengah]
[email]; [Lingkungan]
Ringkasan
Limbah detergen merupakan polutan yang dapat memicu eutofirkasi dan pencemaran air. Kejadian ini dapat menghambat sirklus oksigen dan sinar matahari yang akan menyebabkan biota di dalamnya mati. Selain itu aktivitas yang menghasilkan limbah detergen menjadi salah satu penyebab turunnya kesuburan tanah. limbah detergen menyebabkan turunnya kualitas bahan baku perairan. Hal ini menyebabkan penurunan keanekaragaman biota air.
Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen untuk mengukur tingkat pH air, dampak dari daun ketapang untuk menurunkan pH air detergen atau sabun yang basa sehingga lebih netral dan aman untuk dibuang kelingkungan.
Sifat detergen sangat basa yakni memiliki kadar pH 9,5-12, hal Ini menyebabkan detergen bersifat korosif dan berbahaya bagi lingkungan. Maka salah satu cara menanggulanginya adalah dengan mengolah limbah detergen sebelum membuangnya kelingkungan. Salah satu caranya adalah menurunkan pH dari detergen agar tidak terlalu basa. Daun ketapang memiliki asam tannin yang dapat menurunkan pH dalam air.
Latar Belakang Penelitian
Limbah detergen atau sabun sangat berlimpah khusunya hasil aktivitas rumah tangga apabila dibiarkan secara terus menerus maka tidak menutup kemungkinan bahwa lingkungan akan semakin tercemar dan hal ini membahayakan biota-biota air serta tingkat kesuburan tanah. Karena berasal dari aktivitas rumah tangga maka pengolahan limbah detergen seharusnya lebih sederhana dan efisien. Zat tannin dalam daun ketapang kering dapat membantu menurunkan pH air detergen atau sabun sehingga dapat mengurangi sifat basanya yang merusak lingkungan. limbah detergen dapat mencemari tanah karena ada zat dari limbah detergen yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dan menyebabkan cacing mati.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi yang efektif dan efisien dalam menangani limbah detergen atau sabun dari aktivitas rumah tangga sehingga lingkungan sekitar tidak tercemar dan biota-biota air tidak mati.
Diharapkan bahwa dengan adanya daun ketapang sebagai penetralisir tingkat kebasaan dari limbah detergen dan sabun maka pencemaran air dan penurunan kesuburan tanah dapat dihambat.
Perumusan Masalah
Seberapa besar pengaruh daun ketapang dalam menurunkan pH air limbah detergen?
Bagaimana cara mengolah daun ketapang untuk menurukan tingkat kebasaan air limbah detergen?
Studi Pustaka
1. Daun Ketapang
Pohon ketapang atau katapang (Terminalia catappa) adalah nama sejenis pohon tepi pantai yang rindang. Lekas tumbuh dan membentuk tajuk indah bertingkat-tingkat, ketapang kerap dijadikan pohon peneduh di taman-taman dan tepi jalan (Wikipedia). Daun ketapang adalah daun yang berasal dari pohon ketapang.
2. Air Limbah Detergen
Air limbah detergen dari kegiatan rumah tangga maupun industri laundry adalah salah satu yang dapat menyebabkan pencemaran air, karena limbah yang dihasilkan langsung masuk begitu saja ke saluran air/selokan dan badan air tanpa ada pengolahan terlebih dahulu. Menurut Kepmen LH Nomor 112 Tahun 2001 Tentang Baku Mutu Air Limbah. Domestik untuk parameter pH kadar maksimum yang diizinkan adalah 6-9. Bila kadar pH air limbah melebihi batas kadar maksimum yakni 9,5-10 yang artinya bahwa air tersebut bersifat basa maka dapat mengganggu ekosistem biota air dimana pH dari air limbah detergen sendiri adalah 9-12.
Penggunaan detergen tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat hal ini berdampak pada jumlah limbah yang dihasilkan, dan bila proses degradasi tidak berjalan seimbang akan berakibat terakumulasinya surfaktan pada badan-badan perairan, sehingga menimbulkan masalah pendangkalan perairan, terhambatnya transfer oksigen. Kondisi ini menyebabkan proses penguraian secara aerobik terganggu dan berdampak terhadap laju biodegradasi berjalan sangat lambat. Sehingga permukaan air akan ditumbuhi gulma yang menyebabkan banyak biota air tidak dapat hidup didalamnya (Sopiah, 2004).
3. Pencemaran Lingkungan
Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya (Wikipedia).
Sedangkan pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan yang dapat mengganggu aktivitas manusia serta memberi dampak negatif bagi lingkungan. Karena air merupakan bagian utama dalam kehidupan maka pencemaran pada air dapat berimbas pula pada pencemaran tanah dan juga mengganggu kesehatan manusia.
Metodelogi Penelitian
Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan eksperimen. Metode eksperimen merupakan metode penelitian yang menguji hipotesis berbentuk hubungan sebab-akibat. Data yang digunakan merupakan data kuantitatif hasil eksperimen maka teknik analisis data menggunakan metode statistik. Penyajian data dari hasil eksperimen akan disajikan dalam bentuk table untuk melihat perbedaan tingat basa limbah detergen sesudah dan sebelum dicampur dengan daun ketapang.
5.1Alat dan Bahan
Alat yang digunakan berupa ETP 303 yang merupakan alat ukur pH dalam tanah, alat ini juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui atau mengukur tingkat kesuburan tanah.
Bahan yang digunakan yaitu daun ketapang yang telah dikeringkan, air yang telah tercemar oleh detergen untuk melihat reaksi atas eksperimen yang dilakukan.
5.2 Cara Kerja
Daun ketapang yang telah mengering dapat melepaskan asam organic seperti humic dan tannin yang dapat menurunkan pH air. Daun ketapang kering dimasukan dalam wadah berisi air detergen dan sabun untuk melihat reaksi dari kedua variable tersebut.
Dengan penambahan daun ketapang kering kedalam air limbah detergen diharapkan dapat mengurangi pencemaran air akibat limbah detergen dan sabun sehingga biota air dapat dan lingkungan tidak semakin tercemar.
Eksperimen dilakukan dengan memasukan 10 lembar daun Ketapang kering kedalam 1 liter air tercemar detergen dalam 3 tempat yang berbeda. Sehingga penurunan pH lebih mudah dihitung dan diindentifikasi.
Kesimpulan
Limbah detergen membawa dampak buruk bagi lingkungan sehingga diperlukan solusi untuk mengatasinya. Tingginya pH air menyebabkan limbah detergen bersifat korosif dan berpotensi merusak kesuburan tanah dan juga kelestarian biota air. Dengan zat tannin alami daun ketapang diharapakan dapat menetralisir limbah detergen sehingga sifat korosif didalamnya dapat ditekan. Dengan pengolahan lombah detergen diharapkan kelestarian lingkungan semakin terjaga, selain itu bahan yang diperlukan pun merupakan bahan yang mudah ditemui di lingkungan sekitar.
7. Daftar Pustaka
Agus, R. M., Susilawati, A., & Damayanti, D. S. (2014). Efektifitas Daun Ketapang dalam Menurunkan Derajat Keasaman, COD dan Fosfat air Limbah Buangan Laundry .
Aulia, R. (2019). Dampak Limbah Air Detergen Terhadap Kesuburan Tanah. Bandung: Masanda.
Helda, Y. (2018). EFEKTIVITAS PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L.) UNTUK PENANGGULANGAN PENYAKIT WHITE FECES DISEASE (WFD) PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) , 11-12.
Sopiah, R. N. (2004). PENGELOLAAN LIMBAH DETERJEN SEBAGAI UPAYA MINIMALISASI POLUTAN DI BADAN AIR DALAM RANGKA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN , 99-100.
Yuliani, R. L., Purwanti, E., & Pantiwati, Y. (2015). Pengaruh Limbah Detergen Industri Laundry Terhadap Mortalitas dan Indek Fisiologi Ikan Nila , 822.
Komentar
Posting Komentar