PUISI: Rekah Sendiri

 Rekah Sendiri

 

Saya sedikit cacat tapi tak begitu kekurangan

Perasaan negatif berbisik melalui keberanian ilahi

Orang-orang yang berpapasan dengan saya menyeru,

“kamu  sahabat binatang pengerat itu!”

Lalu terbahak sampai tersedak dahak

 

Saya memeluk kepik dan lebah

Burung-burung melihat saya dan mulai berkicau

Nyayian mereka melengking bersahut

Saya bertanya-tanya apa yang ada dalam pikiran mereka

Jika saya adalah sebuah cermin dan mereka melihat saya memerlakukan diri sendiri

 

Akankan mereka meludah kepada saya?

Kini mereka mlihat saya sebagai sebuah taman

Dengan bunga yang layu, kelopaknya berguguran

Dipenuhi buah yang membusuk, berberlatung

Dahan-dahan yang lemas dan kering

Tanaman-tanaman mati karena sumber air saya tak terawat

Tanaman yang tidak disiram karena selang yang saya tinggalkan berkarat

 

Mereka yang mencemooh datang

Mereka akan mencabut bunga yang saya tanam dari akarnya

Mereka berkata bahwa saya adalah pertanda buruk untuk semua yang mekar

 

Saya merekah sendirian

Dibawah gugusan bintang

 

Yogyakarta, 10 Desember 2021

Komentar

Postingan Populer