Taliban dan NU
Sejarah Taliban dapat ditelusuri kembali ke awal 1990-an di Afghanistan, yang kemudian terlibat dalam perang saudara setelah pasukan Soviet pada tahun 1989. Kelompok ini muncul di kota Kandahar, Afghanistan selatan dan pada awalnya terdiri dari pelajar agama dan pejuang. yang telah dilatih di seminari Islam, atau madrasah, di Pakistan.
Pada tahun 1994,
Taliban memulai kampanye militer untuk menguasai Afghanistan, dengan sebagian
besar pejuangnya diambil dari kelompok etnis Pashtun. Pada tahun 1996, Taliban
telah mengambil alih Kabul dan mendirikan Emirat Islam Afghanistan, yang hanya
diakui oleh tiga negara: Pakistan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Selama
pemerintahannya, Taliban menerapkan interpretasi hukum Islam yang ketat,
termasuk penindasan hak-hak perempuan, pelarangan musik dan bentuk hiburan
lainnya, serta penghancuran peninggalan Buddha kuno. Kelompok itu juga
memberikan perlindungan kepada Al-Qaeda, yang melakukan serangan teroris 11
September di Amerika Serikat.
Sebagai tanggapan,
Amerika Serikat melancarkan kampanye militer melawan Taliban dan Al-Qaeda pada
tahun 2001, yang menyebabkan penggulingan rezim Taliban. Taliban kemudian
berkumpul kembali dan terus berperang melawan pemerintah Afghanistan dan
pasukan internasional, yang menyebabkan konflik yang panjang dan berlarut-larut
di negara tersebut.
Pada tahun 2021,
Taliban mendapatkan kembali kendali atas Afghanistan ketika Amerika Serikat
menarik pasukannya dari negara itu. Kelompok itu sejak itu membentuk
pemerintahan baru, dan situasi di Afghanistan tetap tidak pasti karena
komunitas internasional mengawasi untuk melihat bagaimana Taliban akan
memerintah negara itu.
Taliban menganut
interpretasi ekstremis Islam Sunni, dan anggotanya bertanggung jawab atas
banyak pelanggaran hak asasi manusia dan tindakan kekerasan, terutama terhadap
perempuan, etnis dan agama minoritas, dan mereka yang menentang kekuasaan
mereka.
Pada tahun 2001,
setelah serangan teroris 11 September di Amerika Serikat, Taliban digulingkan
dari kekuasaan oleh koalisi militer pimpinan AS, yang menuduh kelompok tersebut
menyediakan tempat berlindung yang aman bagi organisasi teroris Al-Qaeda yang
bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Sejak itu, Taliban
terus melancarkan serangan terhadap pemerintah Afghanistan dan pasukan
internasional di negara itu, dan juga telah hadir di negara tetangga Pakistan.
Pada tahun 2021, Taliban mendapatkan kembali kendali atas Afghanistan ketika
Amerika Serikat menarik pasukannya dari negara itu. Situasi di Afghanistan
tetap tidak pasti karena komunitas internasional mengawasi untuk melihat
bagaimana Taliban akan memerintah negara itu.
Afghanistan adalah negara
di Asia Selatan yang telah berada dalam keadaan konflik selama beberapa dekade.
Babak terakhir konflik dimulai pada tahun 2001 ketika Amerika Serikat, bersama
dengan sekutu NATO-nya, menginvasi Afghanistan sebagai tanggapan atas serangan
11 September. Tujuan invasi adalah untuk membongkar organisasi teroris Al-Qaeda
dan menyingkirkan Taliban dari kekuasaan.
Taliban adalah kelompok Islam
militan yang muncul pada awal 1990-an selama perang saudara di Afghanistan.
Kelompok tersebut menguasai sebagian besar Afghanistan pada pertengahan 1990-an
dan memberlakukan hukum Islam versinya pada penduduk. Taliban disingkirkan dari
kekuasaan pada tahun 2001 oleh koalisi pimpinan AS, tetapi terus beroperasi
sebagai kelompok pemberontak dan mendapatkan kembali kendali atas sebagian
besar negara dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Agustus 2021,
Taliban kembali menguasai Afghanistan, menyusul penarikan pasukan AS dan NATO
setelah perang selama 20 tahun. Pengambilalihan cepat Taliban atas negara itu
telah menimbulkan kekhawatiran tentang hak asasi manusia warga Afghanistan,
khususnya wanita dan minoritas, dan potensi negara itu menjadi tempat yang aman
bagi kelompok teroris.
Situasi di Afghanistan
tetap cair dan kompleks, dan komunitas internasional mengamati dengan cermat
tindakan pemerintah Taliban. Ada upaya berkelanjutan untuk memberikan bantuan
kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan, dan untuk bekerja menuju penyelesaian
konflik secara damai.
Nadhatul Ulama adalah
organisasi keagamaan di Afghanistan yang mewakili mazhab Hanafi Islam Sunni.
Itu didirikan pada 1920-an di
Indonesia dan memiliki pengikut yang signifikan di Afghanistan
dan bagian lain di Asia Selatan.
Nadhatul Ulama telah
memainkan peran penting dalam politik dan masyarakat Afghanistan selama
bertahun-tahun, terutama selama perang saudara di negara itu dan pemerintahan
Taliban selanjutnya. Organisasi tersebut telah mengadvokasi perdamaian, stabilitas,
dan perlindungan hak asasi manusia di Afghanistan, dan telah terlibat dalam
upaya mempromosikan dialog dan kerja sama antaragama.
Selama pemerintahan
Taliban di Afghanistan, Nadhatul Ulama dilarang dan anggotanya menghadapi
penganiayaan. Namun, organisasi tersebut telah melanjutkan aktivitasnya dan
telah terlibat dalam negosiasi damai antara pemerintah Afghanistan dan Taliban.
Komentar
Posting Komentar