ESAI: GAYA HIDUP HALAL BUKAN HANYA UNTUK ORANG ISLAM
GAYA
HIDUP HALAL BUKAN HANYA UNTUK ORANG ISLAM
Ekonomi Islam adalah mesin pertumbuhan ekonomi nasional dan ekonomi Islam bisa menjadi sumber kesejahteraan rakyat. Pembangunan ekonomi syariah tidak hanya pembangunan finansial, tetapi juga melibatkan berbagai sektor lainnya, seperti integrasi sistem ekonomi berbasis Islam. Selanjutnya, kendala yang dihadapi adalah pemahaman masyarakat yang tidak memadai tentang produk dan layanan halal, konektivitas yang buruk dari sektor keuangan syariah sebagai bahan bakar potensial untuk industri halal, ketidakmampuan tingkat produksi untuk memenuhi konsumsi produk halal domestik yang terus meningkat, tata kelola yang buruk dan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan nasional. dan kebutuhan global.
Karena ada label halal dalam namanya orang-orang merasa bahwa produk- produk halal dari industri yang berlabel syariah adalah produk yang hanya ditunjukan pada orang muslim saja padahal kenyataannya produk-produk itu dapat digunakan siapapun tanpa memandang agama. Karena gaya hidup halal adalah gaya hidup yang baik sesuai fitrah kemanusiaan yang boleh diterapkan oleh siapapun. Para pelaku usaha perlu menekankan hal tersebut pada masyarakat sehingga penikmat produk syariah lebih luas lagi jangkauannya dan perekonomian berbasis syariah dapat berekembang lebih besar lagi dengan sasaran tidak hanya masyarakat penganut agama islam namun juga non-muslim.
Gaya Hidup Halal Tidak Memandang Agama yang Dianut
Gaya hidup halal menjadi gaya hidup yang paling cocok bukan hanya karena merupakan gaya hidup yang bersumber dari nilai-nilai ajaran Islam tapi juga karena sesuai dengan fitrah manusia. Walaupun bersumber dari ajaran Islam, gaya hidup halal bisa diterapkan oleh siapapun karena sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Misalnya, men- jaga kebersihan, pola makan yang sehat, makan secukupnya dan tidak berlebih-lebihan, berpuasa, senantiasa saling tolong menolong antar sesama (sedekah dan zakat), berpenampilan dan mengenakan pakaian yang sopan adalah gaya hidup yang tepat untuk menggambarkan fitrah kemanusiaan. Seiring dengan berkembangnya zaman dapat dilihat bahwa penerapan nilai-nilai Islam yang lebih modern pula. Generasi muslim ma- sa kini beraktualisasi menunjukan pribadi muslim yang religius namun kekinian tanpa meninggalkan ajaran Islam.
Gaya hidup halal merupakan sebuah gaya hidup yang berkembang selaras dengan prinsip-prinsip nilai-nilai agama Islam yang dipergunakan setiap hari termasuk oleh para remaja atau milenial saat ini. Fakta ini menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya kemajuan ekonomi syari- ah 3 tahun terakhir. Sektor makanan dan pakaian yang bernuansa Islami kian digemari dan menjadi pusat dari gaya berpakaian saat ini yang digemari tidak hanya oleh remaja muslim/muslimah namun juga oleh kalangan luas hal ini dibuktikan dengan pertum- buhan pangsa pasar sektoral halal value chain yang meningkat dari tahun ke tahun ber- dasarkan catatan Bank Indonesia sektor HVC memberikan dorongan ekonomi domestik pada tahun 2020 sebesar 24,86% adanya penawaran dan permintaan di pasar yang meningkat akan produk gaya hidup halal atau produk-produk yang bernuansa Islami mendorong pasar dan pelaku usaha untuk mengambil posisi pasar yang masih terbuka luas tidak hanya di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan namun juga menyasar pada platform belanja online.
Sama halnya dengan sektor makanan dan juga pakaian sektor keuangan berbasis syariah juga kian berkembang dari tahun ketahun mengacu pada data dari Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2021 aset keuangan syariah telah tumbuh sebanyak 14,2% . Kon- sep dari keuangan non riba kian digemari oleh masyarakat karena memberi rasa aman serta nyaman memiliki keunggulan tersendiri bagi nasabah tanpa memandang agama apa yang dipeluk oleh nasabah tersebut. Kenyamanan dalam bertransaksi melalui bank syariah atau menggunakan produk-produk berlabel syariah tidak hanya terbatas pada nasabah yang beragama muslim namun juga untuk nasabah non-muslim. Menurut data Global Islamic Economy Report, nilai aset keuangan syariah global pada tahun 2016 mencapai USD 2,2 triliun, dan tumbuh 10% dari 2015 yang sebesar USD 2 triliun serta diperkirakan akan bertambah menjadi USD 3,8 triliun pada 2022. Potensi pertumbuhan industri keuangan syariah masih akan terus berlanjut dan berpotensi untuk terus berkembang serta bertumbuh apalagi jika seluruh pelaku usaha dari sektor-sektor terse- but dapat berkolaborasi dan bersinergi serta bekerjasama dengan efektif serta efisien menerapkan persaingan bisnis yang sehat sehingga mampu berkontribusi positif bagi perekonomian Indonesia.
Gaya hidup halal semakin berkembang setelah negara-negara bagian dari OIC (Organisation of Islamic Cooperation) memfokuskan diri dalam pengembangan pasar produk halal seperti kosmetik, makanan, pakaian, pendidikan, pariwisata dan bahkan properti. Sayangnya, dilansir dari Global Islamic Economy Report 2016/2017 dan 2017/2018, Indonesia menempati rangking 10 dari 15 negara dalam bidang ekonomi syariah. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia bahkan juga tertinggal dari negara mayoritas non-muslim seperti Thailand dan Australia. Hal ini sangat memprihatinkan karena indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Melihat potensi sebesar ini tentu saja kita tidak boleh mengabaikann- ya kita harus berpikir bagaimana caranya agar kelebihan ini bisa kita kembangkan untuk mendorong perekonomian Indonesia.
Berkembangnya potensi dari gaya hidup halal ini tentu tidak terlepas dari usaha yang kita berikan, jika kita menginginkan hasil yang baik dan optimal dari berkem- bangnya potensi ekonomi dari gaya hidup hal ini maka diperlukan perumusan strategi bisnis yang tepat dan cocok agar bisa mencapai sasaran dan menciptakan kolaborasi yang kuat antar stakeholder seperti tenaga ahli, regulator, pelaku industri, pemilik dari industri itu sendiri dan para pendiri serta para investor harus bersama-sama menghadapi tantangan dan berupaya untuk mengembangkan potensi pasar serta meningkatkan pen- erimaan masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah dengan cara melebarkan sayap bisnisnya dan memfokuskan sosialisasi terhadap produk syariah sehingga pengenalan produk syariah di tengah masyarakat tidak lagi menjadi produk yang asing namun menjadi produk yang sudah biasa digunakan di tengah masyarakat dan telah dikenal secara luas sehingga masuknya produk syariah dalam masyarakat akan lebih mudah karena sudah sangat sering didengar maka tidak ada keterasingan antara produk syariah dengan produk yang umum.
Dan apabila para pelaku usaha yang memiliki beberapa kantor cabang menerap- kan produk syariah di setiap cabangnya maka produk syariah ini tidak hanya menjadi sekedar label tapi benar-benar menjadi gaya hidup yang kita lakukan sehari-hari dan menjadi kebiasaan sehingga tidak ada lagi pembatas antara muslim dan non-muslim da- lam menggunakan produk syariah. Selain itu, pada tahun 2020 hingga 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana hal ini berarti bahwa masyarakat produktif akan lebih tinggi daripada masyarakat non produktif dalam periode ini jika kita tidak memanfaatkan bonus tersebut maka yang terjadi adalah peningkatan angka penganggu- ran dan peningkatan angka kemiskinan, Dengan fakta akan adanya bonus demo- grafi tersebut dapat menyebabkan banyak masalah yang akan terus bermunculan tapi hal itu bisa diatasi apabila masyarakat produktif ini mengetahui nilai inti dari menggunakan media sosial dan mereka paham betul apa yang bisa media sosial berikan kepada mereka dan apa yang harus mereka berikan kepada media sosial karena dengan demikian mereka akan lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Berkaitan dengan gaya hidup halal ada potensi yang sangat besar sekali di media sosial ini. Dengan adan- ya internet maka informasi dapat tersebar dengan sangat cepat maka penerapan gaya hidup halal di media sosial merupakan bentuk kampanye paling tepat dan cocok di era globalisasi saat ini.
Penerapan konsep gaya hidup halal sebenarnya cukup sederhana karena sesuatu yang halal dan berdasar pada nilai-nilai keislaman yang merupakan nilai-nilai yang mengacu pada fitrah manusia pastilah baik, bersih, dan sehat. Oleh sebab itu negara- negara yang bukan mayoritas muslim pun ikut serta dalam pengembangan produk- produk dan gaya hidup halal. Gaya hidup merupakan kebutuhan sehari-hari yang tidak bisa lepas dalam kehidupan masyarakat baik dalam berbagai sektor industri misalnya makanan, pakaian, obat-obatan, jasa keuangan, kosmetik, atau bahkan pola hidup lainnya seperti pola makan yang digunakan di masyarakat ketika mereka tengah diet atau tengah memfokuskan diri mereka untuk berolahraga.
Teknologi yang semakin berkembang membuat informasi di era globalisasi ini memiliki banyak sekali dampak signifikan bagi pelaku usaha yang menghasilkan, memproduksi, dan memasarkan produk ataupun jasa yang merupakan bagian dari gaya hidup halal. Untuk skala jangkauan pasarnya tentu saja akan semakin luas dan tidak hanya terbatas pada pasar lokal melainkan bisa merambah hingga pasar internasional. Kondisi ini memungkinkan adanya penurunan biaya akibat jual beli langsung, dimana diperlukan biaya lebih ketika kita ingin menyewa atau memiliki tempat usaha namun sekarang kehidupan tampaknya lebih mudah karena kita hanya memerlukan media so- sial untuk memasarkan produk sehingga ada biaya produksi yang dapat ditekan dan ditransformasikan menuju arah yang lebih baik dan akhirnya akan ada peningkatan jumlah pendapatan. Kegiatan ini tentu saja lebih mudah karena tidak memerlukan ke- hadiran secara fisik atau secara langsung.
Bertambahnya pelaku usaha berarti juga meningkatkan perekonomian Negara misalnya jika ada aktivitas impor dan ekspor maka devisa negara akan bertambah, inilah pentingnya ada pelaku usaha di Indonesia karena pelaku usaha inilah yang menjadi inti dari perputaran uang di tengah masyarakat oleh karena itu gaya hidup halal harus kita kembangkan dalam berbagai perspektif. Tidak hanya terbatas pada pakaian, makanan, atau produk perbankkan tapi juga bisa meluas hingga ke dunia kepariwisataan.
Dalam hal pariwisata, Indonesia memiliki strategi yang baik dalam wisata halal. Orientasi yang dibangun ialah pengembangan ekosistem pariwisata untuk meningkatkan daya saing melalui kepedulian terhadap lingkungan, komunitas, masyarakat, pemerintah, pelaku bisnis terkait pariwisata dan semua pihak terkait untuk bersama- sama menciptakan citra yang baik (Nugroho, 2017). Indonesia dikenal oleh dunia se- bagai negara yang ramah dan merupakan penganut Agama Islam yang memiliki kesan yang baik yang dikenal secara internasional sebagai Islam yang damai, hal ini bisa men- jadi pintu awal dari terbukanya kesempatan pariwisata halal di Indonesia selain karena hal itu, tempat wisata di Indonesia sangat beragam dan banyak serta tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Potensi pariwisata ini patut dikembangkan sehingga kita bisa menarik wisatawan asing maupun wisatawan lokal untuk mengunjungi tempat wisata di Indonesia agar perekonomian masyarakat sekitarnya pun dapat berkembang Hal ini dapat menjadi potensi besar bagi Indonesia untuk dikunjungi oleh komunitas dunia se- bagai salah satu destinasi wisata halal.
Produk-produk gaya hidup halal memerlukan konsep pemasaran yang unik dan juga berbeda sambil menjaga aspek pemasaran sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Di- perlukan adanya sosialisasi dari para pelaku usaha tentang produk halal tidak hanya terbatas pada mereka yang beragama muslim namun juga pada mereka yang beragama non-muslim. Kurangnya pemahaman tentang produk halal menyebabkan kurangnya produk halal terintegrasi sehingga konsumen ragu-ragu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan produk-produk yang bersertifikasi atau berlabel syariah. Kita harus berkembang bersama teknologi dan tumbuh bersama dunia karena tertinggal sedikit saja kita dari perkembangan dunia ini maka rasanya kita akan tertinggal dari peradaban yang terus berubah secara signifikan dari waktu ke waktu, Kita harus menggunakan media sosial dengan bijaksana dan melindungi yang artinya bahwa kita memasarkan produk- produk halal sesuai dengan aturan syariah dan dalam konteks melindungi kita menggunakan produk halal yang sudah bersertifikat dan sudah dipastikan tidak mengandung zat yang terlarang dan berbahaya bagi tubuh karena itu produk halal ada- lah produk universal karena membawa kebaikan bagi siapapun tanpa memandang apa agama yang dianut oleh seseorang karena pada prinsipnya produk atau gaya hidup halal ini berfokus pada bagaimana hidup dan tumbuh secara baik sesuai dengan fitrah kemanusiaan.
Akhir Kata
Gaya hidup halal adalah gaya hidup yang berhak dinikmati oleh siapa saja tanpa memandang agama apa yang dianut. Gaya hidup halal bukan haya sekedar label melainkan gaya hidup yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. Dengan meluasnya sasaran pasar produk halal dan meningkatnya penikmat gaya hidup halal maka ekonomi syariah akan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang dapat meningkatkan perekonomian Negara. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat maka ada bebera- pa hal yang harus dilakukan, yaitu; (i) Mengampanyekan gaya hidup halal lewat media sosial; (ii) Memasarkan produk syariah penunjang gaya hidup halal di setiap cabang usaha; (iii) Mengembangakan produk gaya hidup halal tidak hanya berpaku pada sektor pakaian dan makanan tapi juga bisa merambah kepariwisataan; (iv) Memasarkan produk-produk halal sesuai dengan aturan syariah; dan (v) Menyadari bahwa gaya hiu- dup halal adalah gaya hidup sesuai fitrah manusia sehingga cocok diterapkan siapa saja.
Daftar Pustaka
Hesti, A, Afriadi, R, Pratama,C, & Lestari, A 2019, Platform Halal Lifestyle dengan Aplikasi Konsep One Stop Solution, Vol. 4, No.1, Universitas Pertahanan Bogor
Tim KONTAN, Pertumbuhan Ekonomi Keuangan Syariah di Era Digital Menopang Perekonomian Nasional, Dilihat pada 27 Agustus 2021
<https://keuangan.kontan.co.id/news/pertumbuhan-ekonomi-keuangan-syariah-di-era- digital-menopang-perekonomian-nasional>
OJK, STATISTIK PERBANKAN SYARIAH, Dilihat pada 27 Agustus 2021
<https://www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/data-dan-statistik/statistik-perbankan- syariah/default.aspx>
Katadata.co.id, Halal Lifestyle Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah, Dilihat pada 27 Agustus 2021
<https://katadata.co.id/dicky/finansial/60ada65816462/halal-lifestyle-dorong- pertumbuhan-ekonomi-dan-keuangan-syariah>
Komentar
Posting Komentar